-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iklan

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan Geopolitik Dunia

Minggu, 18 Januari 2026 | Minggu, Januari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-18T03:39:18Z

 

Morgantara News. Com-Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari 2026 bukan sekadar peristiwa hukum biasa, tetapi titik awal perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik internasional. Tindakan ini memperlihatkan pergolakan antara prinsip kedaulatan negara, supremasi hukum internasional, dan kepentingan kekuatan besar yang semakin menegaskan kembali dominasi mereka di panggung global.

⚖️ 1. Tantangan terhadap Prinsip Hukum Internasional

Penangkapan seorang kepala negara aktif di wilayah berdaulat tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB atau Mahkamah Pidana Internasional (ICC) secara tegas dipandang oleh banyak pakar sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan negara. Menurut pakar hukum internasional, tindakan semacam ini bertentangan dengan Piagam PBB dan norma-norma dasar yang selama ini menjaga stabilitas antarnegara.

Ini menghadirkan preseden berbahaya: jika negara adidaya bisa menculik pemimpin negara lain tanpa konsekuensi, maka prinsip dasar persamaan kedaulatan negara menjadi tergerus. Hal ini melemahkan institusi internasional yang selama beberapa dekade menjadi pondasi hubungan antarnegara.

🌍 2. Polarisasi dan Kompetisi Kekuasaan Global

Peristiwa ini semakin mempertegas pembelahan geopolitik global antara blok kekuatan besar. Di satu sisi, AS dan sekutu Baratnya menyambut tindakan itu sebagai upaya melawan apa yang mereka sebut sebagai rezim korup dan terlibat kriminal. Di sisi lain, banyak negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin mengecam operasi tersebut sebagai bentuk neo-imperialisme dan intervensi unilateral.

Tindakan AS memicu momentum bagi kekuatan seperti China dan Rusia untuk menyoroti apa yang mereka sebut “hipokrasi Barat”, memperkuat narasi bahwa negara-negara besar memaksakan kehendak mereka terhadap yang lebih lemah. Hal ini menguatkan aliansi alternatif dan memperdalam friksi dalam sistem multipolar yang tengah berkembang.

🛢️ 3. Dampak pada Energi dan Ekonomi Global

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan ketidakpastian politik di sana membawa volatilitas dalam pasar energi global meskipun efek harga mungkin bersifat sementara. Intervensi ini mendorong investor dan pelaku pasar untuk menghitung ulang risiko geopolitik dalam aliran minyak, terutama karena gangguan administratif dan sanksi dapat menghambat ekspor jangka pendek.

Selain itu, respons pasar terhadap penangkapan ini menunjukkan bahwa geopolitik energi masih menjadi alat utama negara-negara besar dalam mempengaruhi ekonomi global serta dalam strategi diversifikasi pasokan energi mereka.

🤝 4. Fragmen Politik Domestik dan Risiko Kekosongan Kekuasaan

Penangkapan Maduro tak otomatis menghadirkan stabilitas politik di Venezuela. Kekuatan politik di dalam negeri tetap terfragmentasi, sementara pemerintahan sementara di bawah Delcy Rodríguez berusaha mengonsolidasikan kekuasaan di tengah tekanan internal dan eksternal. Ketegangan antara faksi-faksi politik Venezuela berpotensi memicu konflik berkepanjangan yang bisa meluas menjadi isu regional.

🧠 5. Geopolitik Baru: Era Intervensi Terbuka

Secara keseluruhan, operasi ini mencerminkan bahwa era geopolitik berbasis kekuatan keras — bukan semata aturan dan hukum internasional — mungkin tengah kembali ke pusat kebijakan luar negeri beberapa negara besar. Hal ini dapat menjadi awal dari pola baru yang memprioritaskan aksi unilateral atas diplomasi multilateral, terutama ketika kepentingan strategis besar dianggap dipertaruhkan. 

Iklan

×
Berita Terbaru Update